Text
Sebuah Kota, Sebuah Umpama
Alih-alih bahasa bekerja menyerupai kamera yang menyuguhkan beragam visual berbagai tempat dan peristiwa, puisi Ubai dibangun dari bahasa yang menyerupai lukisan impresionis. Deskripsi visual, gerak, dan imajinasi auditif, lebih merupakan impresi yang serba sepintas demi memperbesar efek reflektifnya. Meski sesekali puisi dibiarkan bergerak dengan enjambemen baris-baris yang saling bersambungan tanpa titik, seluruh puisi Ubai bernada rendah. Metafora yang tertib dengan bahasa yang sepenuhnya terkontrol, sehingga bahasa seakan kehilangan spontanitasnya. Terutama ketika puisi berkorelasi dengan teks-teks yang menjadi reference-nya, kontrol terhadap bahasa membuat imajinasi tidak leluasa lepas.
Tampaknya ini bukan tidak disadari, demi menjaga suara lirih setiap kata dalam permenungan identitas dan waktu. -Ahda Imran, Penyair
Tidak tersedia versi lain