Text
Madhi: Yang Berlalu Menjadi Guru
Jangan ratapi aku karena matahari hanya menitipkan sinarnya pada rembulan di malam hari. Jangan iba padaku karena kecantikanku gugur. Seperti indahnya paras pelangi seusai hujan, rupa warna pelan memudar, dan kau tak lagi memandangku dengan mata yang sama. Jangan tangisi aku bila namaku menghiasi batu yang kian lama usang. Diikuti raga dalam tumpukan tanah dan pasirnya, dan mereka hanya menyebut namaku sesekali. Jangan kasihani aku karena sukma terus bertiup. Bagaikan debu yang terhempas bersama angin, meninggalkan ingatan di udara, seolah ada dan tiada. Hati kadang berbunga terkadang layu, begitulah cinta merayu aku.
Menyadari tiada lebih indah selain memahami jejak langkah dari perjalanan di masa lalu. Masa lalu biarlah berlalu. Sewaktu usia bertumbuh membuka jalan baru. Mengapa mesti risau. Hati yang pernah patah tertatih-tatih di masa lalu, kini perlahan sembuh.
Tersenyumlah duhai hatiku, yang berlalu biar menjadi guru.
Tidak tersedia versi lain